Langsung ke konten utama

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH

Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

CATATAN LUTH - Aku pernah nonton beberapa video yang membahas mengenai “Hal-Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah”. Itu topik yang menarik, dimana aku juga menyetujui beberapa hal dalam video-video tersebut.

            Dari tentang keuangan hingga keterampilan untuk hidup. Jadi dalam blog ini, aku akan membahas beberapa topik yang aku rangkum dari video-video tadi dan sumber pendukung lainnya di internet, yang aku rasa ini seharusnya diajarkan di sekolah.

1.       Keuangan Dasar

Ilustrasi pembagian uang berdasarkan kebutuhan | Pinterest : Kevin Louis-perard

Gak bisa dipungkiri kalo uang sering kali kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Dan satu-satunya hal yang kita tahu tentang uang dari sekolah adalah menabung.

Tidak ada yang salah dengan itu, tapi ada yang lebih penting diajarkan tentang uang, yaitu hubungan kalian dengan uang. Ikatan emosional antara kita dengan uang bisa menentukan bagaimana kita memandang uang. Karena ternyata gak semuanya butuh uang, dan gak selamanya uang jadi media pertukaran.

Untuk materi lengkapnya bisa kalian cek di sini.

2.       Keterampilan Untuk Hidup

Ilustrasi Cara Bertahan Hidup Dalam Berkemah | Pinterest : Prepper Universe

Manusia merupakan makhluk ekonomi, dimana ada kebutuhan yang perlu untuk dipenuhi. Akan tetapi saat di sekolah, kalian tidak sepenuhnya diajarkan tentang keterampilan hidup. Contohnya dalam mencari makan.

Apa yang harus kita makan?

Dimana kita mendapatkan makanan?

Apakah harus dimasak atau dibeli?

Dimana dan bagaimana kita mendapatkan uangnya?

Di sekolah kita gak banyak diajarin tentang keterampilan bertahan hidup. 

Makanya masih banyak orang yang bilang terserah kalo ditanya mau makan apa 😁.

3.       Kesehatan Mental

Banyak banget di antara kita yang mulai membahas dan peduli dengan topik kesehatan mental. Berdasarkan pengalaman aku lima belas tahun belajar di sekolah formal, gak ada yang membahas tentang kesehatan mental. Kalo di sekolah kalian gimana?

Ilustrasi Kesehatan Mental | Piterest : Freepik

Ini juga yang membuat aku berpikir, mungkin banyaknya orang yang mendiagnosa dirinya sendiri adalah karena tidak adanya pengenalan mengenai kesehatan mental di sekolah. Karena isu kesehatan mental sendiri baru mulai diperhatikan setelah banyaknya orang di sosial media membicarakan hal tersebut.

Tentunya ini terlalu berbahaya untuk setiap individu yang memperoleh infomasi dan mengklaim kesehatan mentalnya. Yang dimana ini juga berkaitan dengan bagian selanjutnya.

4.       Literasi Digital

Kita hidup di era digital, dimana ada banyak hal yang bisa kalian akses dan dapatkan melalui beragam kemudahan yang disajikan dalam aplikasi di perangkat digital. Akan tetapi saat ini perlu bagi kita semua untuk memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengerti teknologi digital, seperti komputer, smartphone, dan internet.

Ilustrasi Penggunaan Sosial Media | Pinterest : Mohd

Kemampuan dan pemahaman kita dalam teknologi digital bisa membantu menjaga data pribadi, dan meningkatkan kewaspadaan, serta bijak dalam menggunakannya. Dan aku berharap sekolah-sekolah memberikan pengajaran mengenai internet, terutama media sosial, yang aku yakini nyaris semua siswa punya akun sosmed.

Jadi aku berharap banget siswa-siswa saat ini tidak hanya mengejar popularitas di sosmed, tapi juga mampu membangun dan membentengi dirinya dalam menggunakan sosial media.

***

Kenapa keempat hal itu gak banyak diajarkan di sekolah? Dan kita sadari bahwa, sangat perlu bagi kita untuk memahami hal tersebut.

Sekolah memiliki keterbatasan tersendiri dalam menyampaikan hal-hal tersebut. Tapi perlu digaris bawahi bahwa banjirnya informasi dan semakin cepatnya suatu perubahan, mendorong kita untuk beradaptasi dengan cepat juga.

Dan aku juga berharap untuk kalian semua yang memiliki kesempatan untuk belajar baik itu di pendidikan formal, informal, maupun dari lingkungan kalian dan internet, untuk memahami dengan bijak apa yang kalian peroleh.

Karena apakah itu sudah diajarkan atau belum, tergantung pada diri kalian. Apa kalian perlu atau tidak? Apa kalian sudah lupa, atau karena faktor lainnya.

Sekian blog kali ini, untuk kalian yang memiliki beberapa hal yang ingin di diskusikan silahkan isi kolom komentar. Kalian juga bisa mengunjungi channel YouTube aku (luth7x) untuk pembahasan yang lebih sederhana. Nantikan juga blog aku lainnya.

Terima kasih sudah berkunjung!

Assalamu'alaikum wr. wb.

Dan bye-bye^^

Komentar

Postingan Paling Populer

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...