Langsung ke konten utama

Netizen Indonesia Disebut Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Berikut yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Menjadi Bagian Tersebut

Netizen Indonesia Disebut Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Berikut yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Menjadi Bagian Tersebut

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Oleh Netizen Indonesia di Dunia Digital | Pixabay/tiday

CATATAN LUTH - Netizen Indonesia disebut tidak sopan se-Asia Tenggara berdasarkan hasil survei Digital Civility Index (DCI) selama pandemi.

Survei tersebut telah rutin dilakukan oleh DCI setiap tahunnya mulai tahun 2016. Di wilayah Asia Pasifik, Indonesia menunjukan hasil yang negatif dalam pengalaman online dengan peringkat 29 dari 32 wilayah (2021).

Terus apa yang perlu kita lakukan?

Di zaman yang semakin digital ini, literasi digital menjadi keterampilan yang sangat penting bagi siapa pun yang ingin tetap terhubung dan berpartisipasi secara efektif dalam dunia modern.

Konsep-konsep dalam Literasi Digital

Privasi Digital

Menurut hasil survei DCI pada tahun 2021, penipuan, perkataan kebencian, dan diskriminasi meningkat.

Privasi digital melibatkan perlindungan data pribadi saat berada di dunia digital. Ini termasuk informasi sensitif seperti nama, alamat, nomor telepon, dan informasi keuangan.

Penting untuk memahami cara menjaga privasi online untuk mencegah penyalahgunaan data dan pencurian identitas.

Privasi digital adalah penting agar data pribadi kita tidak disalahgunakan. Kita harus menjaga agar data pribadi kita tidak diambil tanpa izin, karena bisa digunakan untuk mencuri identitas atau melakukan penipuan.

Kalian dapat memperkuat privasi kalian dengan mengatur pengaturan privasi pada platform media sosial dan situs web yang kalian gunakan, serta dengan menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak.

Lalu bagaimana caranya kita tetap menjaga data pribadi kita dari ancaman cyber? Berikut beberapa tips sederhana yang bisa kalian lakukan.

Tips untuk Melindungi Data Pribadi dari Ancaman Cyber

  1. Gunakan Kata Sandi Kuat: Gunakan kata sandi unik dan kuat untuk setiap akun kalian. Kata sandi yang kuat terdiri dari kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus, dan tidak mudah ditebak.
  2. Perbarui Perangkat Lunak Kalian: Pastikan perangkat lunak kalian, termasuk sistem operasi, peramban web, dan aplikasi, selalu diperbarui dengan versi terbaru. Pembaruan ini sering kali mencakup perbaikan keamanan yang dapat melindungi perangkat kalian dari serangan cyber.
  3. Waspadai Phishing: Jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti kata sandi atau nomor kartu kredit melalui email atau situs web yang mencurigakan. Phishing adalah upaya penipuan di mana penipu mencoba untuk mendapatkan informasi sensitif Kalian dengan menyamar sebagai entitas tepercaya.

Etika Digital

Berdasarkan hasil survei DCI pada tahun 2021, mengatakan remaja ternyata lebih berabad dibandingkan orang dewasa. Hal ini telah mendorong terjadinya peningkatan etika digital.

“Meskipun demikian, ancaman seperti informasi palsu dan menyesatkan, serta perilaku tidak beradab di dunia maya, terus menyebar ke masyarakat sehingga mengharuskan kita semua mengambil tindakan positif” ujar Liz Thomas, Kepala Keamanan Digital Wilayah Asia-Pasifik, Microsoft. Dikutip dalam news.microsoft.com.

Etika digital mengacu pada perilaku yang baik dan sopan saat berinteraksi online. Ini mencakup cara berkomunikasi dengan orang lain di media sosial, email, atau platform digital lainnya.

Hindari perilaku cyberbullying, seperti menghina atau menyakiti orang lain secara online.

Cyberbullying adalah ketika orang menggunakan teknologi digital untuk menyakiti atau mengganggu orang lain. Ini bisa membuat orang merasa sedih, cemas, atau marah.

Berperilakulah secara positif dan hormati privasi orang lain seperti yang kalian harapkan orang lain hormati privasi kalian.

Dengan memahami literasi digital dan menerapkan tips perlindungan data pribadi, Kalian dapat lebih percaya diri dan aman saat menjelajahi dunia digital yang semakin kompleks. Jangan ragu untuk terus memperbarui pengetahuan Kalian tentang literasi digital, karena dunia digital terus berkembang dan berubah.

Kewajiban sebagai warga digital adalah tentang bagaimana kita bertindak dengan baik di dunia digital. Kita harus menggunakan teknologi dengan etika dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain.

Sekian pembahasan kali ini. Jika ada hal yang perlu didiskusikan silahkan isi kolom komentar. Untuk pembahasan singkatnya ada di channel YouTube aku, Luth7x.

Pentingnya Literasi Digital Untuk Generasi Melek Teknologi | YouTube/luth7x

Terima kasih sudah membaca dan berkunjung. Assalamu’alaikum wr. wb.

Dan bye-bye.^^

Komentar

Postingan Paling Populer

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...