Ternyata Nilai Budaya Literasi di Indonesia Sempat Alami Kenaikan, Loh!
Per tahun 2022, nilai budaya literasi di Indonesia mengalami kenaikan!
![]() |
| Nilai Budaya Literasi di Indonesia Naik pada Tahun 2022 Menurut Databoks | Sumber databoks |
Menurut databoks, nilai budaya literasi terjadi kenaikan sekitar 3,1 poin. Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek Aminudin Aziz menjelaskan, nilai budaya literasi menjadi salah satu domain untuk membangun indeks pembangunan kebudayaan. Menurutnya, meskipun nilai budaya literasi nasional mengalami peningkatan pada 2022, namun angkanya belum cukup baik untuk menciptakan sumber daya yang berkualitas.
Mengapa demikian?
Kemendikbudristek menyusun nilai ini
berdasarkan sejumlah indikator yang mencakup penduduk yang membaca, baik cetak
maupun elektronik; penduduk yang mengakses internet; penduduk yang mengunjungi
perpustakaan; dan pemanfaatan taman bacaan masyarakat.
Saat ini sarana untuk meningkatkan nilai budaya literasi di masyarakat masih kurang merata. Ini penting untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang setara terhadap informasi dan pengetahuan yang relevan serta dapat diandalkan.
Di daerahmu sendiri sudah ada fasilitas apa aja nih?
Apakah Budaya Literasi Mempengaruhi Kualitas Film?
Ya, budaya literasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas film.
- Penulisan Skrip yang Lebih Matang: Budaya literasi yang kuat mendorong penulis skrip untuk menulis cerita dengan karakterisasi yang lebih mendalam, plot yang kompleks, dan tema yang lebih beragam. Ini dapat menghasilkan cerita yang lebih kaya dan menarik.
- Pemahaman yang Mendalam tentang Cerita: Masyarakat yang literat cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap elemen-elemen cerita seperti struktur naratif, konflik, dan pengembangan karakter. Hal ini dapat mendorong pembuat film untuk merancang cerita yang lebih baik secara keseluruhan.
- Apresiasi terhadap Aspek Visual dan Audiovisual: Budaya literasi juga mempengaruhi kemampuan penonton untuk mengapresiasi aspek-aspek teknis dalam film seperti sinematografi, desain produksi, dan pengeditan. Ini dapat mendorong pembuat film untuk meningkatkan kualitas teknis produksi mereka.
- Peningkatan Kritik dan Umpan Balik: Masyarakat yang literat cenderung memberikan kritik yang lebih konstruktif terhadap karya-karya film. Kritik ini dapat membantu pembuat film untuk mengevaluasi dan memperbaiki kualitas karya mereka secara berkelanjutan.
- Inspirasi untuk Inovasi dan Eksperimen: Budaya literasi yang kuat dapat memberikan inspirasi bagi pembuat film untuk mengeksplorasi ide-ide baru, gaya naratif yang berbeda, atau tema-tema yang lebih mendalam. Hal ini dapat menghasilkan film-film yang lebih orisinal dan inovatif.
Dengan demikian, budaya literasi tidak hanya mempengaruhi cara kita menonton film, tetapi juga memengaruhi bagaimana film diproduksi, dinilai, dan dinikmati secara keseluruhan. Budaya literasi yang kuat dapat berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kualitas film dalam berbagai aspek.

Komentar
Posting Komentar