Langsung ke konten utama

Karya Sastra di Indonesia: Apa, Siapa, dan Bagaimana?

 

Karya Sastra di Indonesia | YouTube @Luth7x

KARYA SASTRA DI INDONESIA

Halo semuanya! Kali ini kita akan membahas mengenai sastra Indonesia yang menarik untuk kita bahas. Hal ini menjadi menarik karena setelah aku cari tahu, sastra Indonesia itu sangat beragam dan punya keterkaitan yang unik dengan munculnya Bahasa Indonesia. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Yuk kita bahas selengkapnya!

1. Apa yang dimaksud dengan Karya Satra?

Apa yang sebenarnya yang dimaksud dengan karya sastra? Dikutip dari laman penerbit dee publish, terdapat beberapa pengertian menurut para ahli. Diantaranya, karya sastra menurut Teeuw diambil dari kata sas dan tra. Kata -sas dapat dimaknai sebagai petunjuk atau mengarahkan. Sementara kata -tra dimaknai sebagai sarana. Yang berarti, ia mengartikan karya sastra sebagai sarana yang untuk menyampaikan pesan tentang kehidupan.

Selain itu menurut Wellek dan Warren, karya sastra sebagai proses kreatif yang akan melahirkan sebuah karya seni yang memiliki nilai estetika di bagian dalamnya.

Namun, Hudhana dan Mulasih mengemukakan bahwasanya karya sastra tidak sekedar berfokus pada nilai estetika bahasa saja. Melainkan juga memperhatikan estetika lebih luas lagi daripada Bahasa, mengingat sifatnya yang dinamis.

Dari ketiga ahli itu kita bisa menarik kesimpulan, bahwasannya karya satra adalah karya yang pada dasarnya sebagai sarana, petunjuk, dan mengarahkan penulis agar mampu melahirkan karya yang kreatif, dan memiliki seni estetik.

Melalui pengertiannya ini, kita bisa melihat beberapa fungsi dari karya sastra, yaitu,

a.       fungsi estetis dari pemilihan diksi yang unik, nyentrik, dan penuh makna.

b.       fungsi etis, berkaitan dengan etika dan moral.

c.       fungsi didaksi atau sarana Pendidikan.

d.       fungsi reflektif, yaitu fungsi sebagai media mendeskripsikan kehidupan tau realitas social dan budaya.

e.       dan tentunya berfungsi sebagai hiburan.

2. Siapa saja yang mempelopori perkembangan sastra di Indonesia?

Mengenai siapa yang pertama, aku gak menemukan sumber yang jelas mengenai siapa yang pertama mengeluarkan karya sastra di Indonesia. Namun, kita tahu bahwa sastra sudah ada sedari lama.

Dari beberapa peninggalan sejarah, seperti prasasti dan kitab-kitab, kita tahu bahwa karya satra sudah ada jauh semenjak kerajaan-kerajaan di Indonesia berdiri. Untuk hal ini aku sudah sempat bahas, walaupun singkat, mengenai sejarah perkembangan kepenulisan di Indonesia.

Dilansir dari Markijar, menurut Umar Yunus, sejarah kesusastraan Indonesia lahir bersamaan dengan lahirnya Bahasa Indonesia. Yakni pada tahun 1928, saat adanya sumpah pemuda.

Namun, Ajip Rosidi menilai jika bahasa tidak bisa dijadikan patokan kapan sastra dilahirkan. Ia berpendapat jika kelahiran sastra di Indonesia berdasarkan kesadaran angsa yakni berkisar tahun 1920 - 1922.

Adapun pendapat dari Teeuw yang mengatakan jika sastra Indonesia lahir pada tahun 1920, dengan menyatakan jika para pemuda menyampaikan perasaan dan ide mereka pada masyarakat lewat sastra dan pada tahun ini terbit novel Mirari Siregar yang berjudul "Azab dan Sensara".

Oleh karena beberapa pendapat tersebut muncul upaya periodisasi perkembangan sastra di Indonesia, yang meliputi enam Angkatan yakni, Angkatan Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru, Angkatan 45, Angkatan 50an, Angkatan 60an, Angkatan kontemporer (70an sampai sekarang).

Dan dari penjelasan sebelumnya, bisa kita simpulkan bahwa para pemuda bangsa Indonesia bisa dikatakan sebagai titik baru perkembangan kesusastraan di Indonesia.

3. Apa saja jenis-jenis karya Satra di Indonesia?

Karya sastra yang dijadikan sebagai media tentunya memiliki berbagai jenis yang tersebar di masyarakat. beberapa mungkin sudah bisa kalian tebak dan bahkan membuatnya. Mengutip dari laman kependidikan.com, jenis-jenis karya sastra dapat kalian bedakan melalui cara pandang, yaitu bentuk, isi, dan sejarahnya.

a.       Jika kita memandang dari bentuk karya sastra tersebut maka terdapat karya fiksi dan nonfiksi.

1)  Karya sastra fiksi merupakan karya sastra yang berisi kisah atau cerita yang dibuat dari imajinasi maupun khayalan pengarang. Contoh karya sastra fiksi diantaranya : prosa, puisi, dan drama

2)  Karya sastra nonfiksi adalah karya sastra yang berisi cerita nyata yang benar-benar terjadi dalam kehidupan. Contoh karya sastra nonfiksi diantaranya : biografi, autobiografi, dan esai

b.       Berdasarkan isinya, karya sastra digolongkan menjadi empat diantaranya :

1)   Epik, karangan yang melukiskan sesuatu secara objektif tanpa mengikuti pikiran dan perasaan pribadi diri pengarang.

2)      Lirik, karangan yang berisi curahan hati dan perasaan pengarang secara subjektif.

3)      Didaktif, karya sastra yang berisi pesan moral, tata krama, dan agama.

4)  Dramatik, karya sastra yang isinya melukiskan suatu kejadian dengan gambaran secara berlebihan.

c.       Berdasarkan sejarahnya, karya sastra digolongkan menjadi dua diantaranya :

1)      Sastra Lama, seperti Pantun, Dongeng, Hikayat, dan Prosa Lama

2)      Sastra Modern, seperti Puisi, Prosa Baru, Cerpen, dan Roman

4. Bagaimana sastra Indonesia bisa beragam?

Dikutip dari badan Bahasa kemedikbud, sastra Indonesia tumbuh dan berkembang dari budaya Indonesia yang beraneka ragam. Oleh karena itu, keberadaan sastra di Indonesia pun beraneka ragam, mulai keragaman genre, gaya ungkap, tokoh, mitologi, hingga ke masalah sosial, politik, dan budaya etnik. Berbagai perbedaan inilah yang mampu membuat sastra Indonesia beraneka ragam.

Dan sebelumnya kita sudah sedikit menginggung mengenai periodisasi kemunculan sastra Indonesia. Dimana sebagian besar pendapat mengungkap jika sastra Indonesia muncul bersamaan dengan lahirnya Bahasa Indonesia.

Namun ternyata, bagi sebagaian besar pe­nga­rang sastra Indonesia, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua, setelah bahasa ibunya. Hal itu dimungkinkan karena masyarakat Indonesia berada dalam tataran situasi bilingual atau mul­tilingual.

Bahasa daerah sengaja digunakan karena biasanya bahasa Indonesia tidak mampu mewadahi konsep, tujuan, dan maksud dari bahasa daerah. Ada semacam hambatan untuk menerjemahkan beberapa kosakata khas bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia.

Selain Bahasa, keberagaman budaya juga turut andil dalam perkembangan tra di Indonesia. Karena banyak karya sastra muncul dari budaya sendiri dan mengangkat warna local yang sebenarnya sudah menjadi hal umum di sana.

Dan dengan adanya budaya daerah yang beragam, serta didukung oleh akses yang terbuka lebar, dapat membuka jalan bagi suatu daerah untuk menunjukkan jati dirinya. Peran budaya daerah menjadi sangat penting bagi perkembangan sastra Indonesia selanjutnya. Terlebih, jika dalam karya sastra yang mereka tampilkan mampu menunjukkan adanya kebinekatunggalikaan, karya tersebut dapat menjadi perekat pergaualan antarsuku, ras, agama, dan antargolongan serta menjadi andil yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dan tidak hanya dari local, keberagaman sastra Indonesia juga dipengaruhi oleh budaya asing dan global. Hal ini diungkapkan oleh badan Bahasa kemendikbud, yakni bahwa pengaruh budaya asing, terutama Barat, sudah ada dalam awal perkembangan sastra Indonesia modern.

Pengaruh budaya asing dalam kesusastraan Indonesia tidak hanya didominasi oleh Barat, tetapi juga India dan Timur Tengah. Yang seperti yang kita pahami bahwa budaya itu turut serta dengan sejarah masuknya berbagai agama ke Indonesia.

Pada masa ini, sastra Indonesia tengah mengalami peralihan ari yang bersifat tradisional, terbelakang, dan primitif, menuju ke kehidupan sastra yang lebih baik, moderat, dinamis, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Dan diharapkan melalui peralihan ini sastra Indonesia mampu menembus dunia Internasional. Mengingat sastra Indonesia masih berada di posisi pinggiran dari astra kelas dunia.

Kesimpulan

Dari apa yang sudah kita bahas tadi, perkembangan sastra Indonesia sangatlah spesial. Mengingat berbagai perjuangan yang turut mengiringi sastra Indonesia, hingga harapan menembus dunia Internasional lewat berbagai satra local.

Tapi menurut kalian, kapan sastra Indonesia mampu menjadi sastra kelas dunia yang patut diperhitungkan?

Silahkan berikan tanggapan kalian di kolom komentar!

Referensi:

https://penerbitdeepublish.com/karya-sastra/

https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/807/keberagaman-sastra-di-indonesia-dalam-membangun-keindonesiaan

https://www.markijar.com/2017/06/sejarah-kesusastraan-indonesia-lengkap.html

Komentar

Postingan Paling Populer

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...