Langsung ke konten utama

Kebiasaan Unik, Efektif, dan Harus Dihindari oleh Penulis

Kebiasaan Unik, Efektif, dan Harus Dihindari oleh Penulis | YouTube: Luth7x

Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana para penulis bisa menghasilkan karya secara rutin? Apa yang mereka lakukan? Siapa mereka sebenarnya?

Seseorang yang secara rutin menghasilkan karya tentunya memiliki rutinitas tersendiri. Aku jadi penasaran gimana caranya biar bisa rutin kayak mereka.

Menulis adalah proses kreatif yang membutuhkan konsistensi dan disiplin. Para penulis kreatif memiliki kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membantu mereka tetap produktif dan menghasilkan karya berkualitas. Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya berkaitan dengan teknik menulis, tetapi juga mencakup gaya hidup dan pola pikir.

Dari penjelasan tadi kedengarannya ada hubungan erat antara kebiasaan seorang penulis dan kualitas serta kuantitas karya yang dihasilkan. Em~ penasaran? Berikut beberapa kebiasaan menulis efektif, unik, hingga yang perlu dihindari.

1. Menulis Setiap Hari

Konsistensi adalah kunci. Menulis setiap hari, meskipun hanya beberapa ratus kata, membantu menjaga alur pemikiran dan melatih keterampilan menulis.

Ini juga bisa menjadi cara kalian untuk menghindari writer's block. Aku udah pernah bahas tentang writer's block, jadi kalian bisa cek videonya!

Menulis setiap hari terdengar melelahkan tapi biasanya itu disebabkan oleh rasa takut salah, gak nyambung, aneh, nanti harus direvisi lagi, dan sejenisnya. Betul? 

Contohnya Stephen King, penulis novel horor terkenal, dikenal dengan kebiasaannya menulis setiap hari.

Kalo kalian pernah menonton film "IT", itu merupakan salah satu karya Stephen King yang diangkat menjadi film. Dilansir dari Medium, Stephen King diketahui sudah memiliki target menulis setiap hari sekitar 2000 kata atau 6 halaman. Wow!

Biasanya 2000 kata itu sudah bisa menjadi satu bab. Berapa banyak buku yang dihasilkan jika setiap hari kalian menulis satu bab?

Tentunya menulis ribuan kata setiap hari tidak dibentuk dengan mudah. Ada tahapan yang bisa kita lalu untuk sampai pada kebiasaan tersebut. Kita bisa mulai menulis 200 kata terlebih dahulu dan membuatnya menjadi kebiasaan setiap hari. Lalu mulai meningkatkannya menjadi 500 kata, dan seterusnya.

Atau kalian bisa menjebak diri kalian sendiri seperti yang dilakukan oleh Neil Gaiman. Ia membiarkan dirinya kebosanan di sebuah ruangan yang tidak memiliki banyak hal di dalamnya. Jauh dari gangguan, hanya ada buku dan pena. Sehingga ia hanya memiliki dua pilihan, tidak melakukan apapun atau menulis.

Untuk membentuk kebiasaan, menurut beberapa sumber, bisa dilakukan rutin selama 18 hingga 254 hari. Tapi biasanya aku mengevaluasi sebuah kegiatan apakah sudah menjadi kebiasaan baru atau belum setelah 60 hari.

Kalo kalian takut apa yang kalian tulis terlalu memaksakan, kalian juga masih punya waktu untuk merevisi ketika akan melanjutkan menulis. Dengan begitu kalian bisa tetap terhubung dengan ide yang sudah dibangun sebelumnya.

2. Membaca Secara Luas

Membaca adalah sumber inspirasi dan pengetahuan. Penulis yang banyak membaca memiliki wawasan yang luas dan gaya penulisan yang kaya.

Semua penulis adalah pembaca, tapi tidak semua pembaca adalah penulis.

Pernah dengar istilah ini?

Seorang penulis tentunya berharap karyanya bisa digunakan oleh banyak orang. Yang berarti Disa dipahami oleh para pembaca. Untuk mengetahui karyanya akan dibaca atau tidak maka dia juga harus menjadi pembaca.

Selain itu, dengan membaca penulis bisa memperoleh banyak bahan untuk dimasak. Membuat banyak rasa untuk meningkatkan kualitas karya, tidak hanya dari pengalaman penulis yang tentunya terbatas.

3. Membuat Jadwal dan Rutinitas:

Memiliki jadwal dan rutinitas yang teratur membantu menciptakan disiplin dan fokus. Penulis yang sukses biasanya memiliki waktu khusus untuk menulis setiap hari.

Dan tujuan utama dari membuat jadwal dan rutinitas adalah menghindari banyak gangguan dan kekhawatiran. Kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan dan memastikan jika semuanya sudah dilakukan atau terkendali. Jadi karena kita sudah mengerjakan beberapa hal dan memastikan waktunya cukup kita tidak perlu lagi merasa khawatir dan terganggu oleh yang lainnya.

Contohnya Haruki Murakami, penulis terkenal asal Jepang, yang memiliki rutinitas harian yang ketat. Dilansir dari laman turnerstories, Haruki Murakami biasa bangun jam 5 pagi dan memulai aktifitasnya dengan menulis. Dia mengungkapkan jika di pagi hari, fokusnya sedang berada dipuncak. Sehingga Murakami memilih aktifitas yang memerlukan fokus tinggi untuk mengawali hari, yaitu menulis novel.

Dilanjut dengan rutinitas lari setiap hari, yang menurut penulis novel 'Norwegian Wood' itu dapat menjaga kreatifitasnya dalam menulis dan membuat tubuhnya bugar.

4. Melakukan Riset

Membaca secara luas yang dilakukan penulis gak cuman baca aja. Gak cuman nyari minat pembaca. Gak cuman biar lolos PUEBI. Membaca juga bagian penulis dalam melakukan riset. Tentunya penulis ingin karyanya dipahami oleh banyak pembaca.

Aku sempat bahas 5 kesalahan membaca yang menghambat pemahaman di kanal YouTube aku dan di blog sebelumnya

Salah satu hal yang dilakukan penulis melalui membaca adalah riset. Riset yang mendalam sangat penting untuk menghasilkan karya yang akurat dan kredibel. Penulis perlu melakukan riset untuk memahami topik yang mereka tulis.

Hilary Mantel, penulis novel sejarah, dikenal dengan risetnya yang mendalam untuk setiap novelnya. Ia mengatakan jika kebanyakan penulis tidak benar-benar melakukan riset asli lewat sumber primer. Kebanyakan penulis biasanya, pertama kali menemukan materi tersebut ketika telah disaring oleh para sejarawan, penulis biografi, dan lainnya. Yang sangat membantu diawal. Namun ia juga menambahkan jika terlalu larut dalam riset bisa membuat kita menghabiskan waktu dan kebingungan sendiri. Sedang penting untuk memutuskan sejauh mana materi yang kita perlukan.

5. Mencari Feedback

Feedback atau umpan balik dari orang lain membantu penulis melihat karya mereka dari sudut pandang yang berbeda. Kegiatan diskusi juga bisa membantu mengevaluasi, menemukan kesalahan, plot hole, dan sebagainya. Kritik membangun dapat meningkatkan kualitas tulisan. Ditambah dengan berbagai situasi atau kondisi lingkungan setiap orang yang berbeda bisa memberikan sudut pandang yang berbeda pada hasil karya penulis. Karena setelah karya itu dibaca oleh pembaca, maka isi atau makna karya tersebut akan ditarik pada lingkungan mereka.

Misalkan J.K. Rowling, penulis seri Harry Potter ini sering meminta umpan balik dari teman-teman dan editornya selama proses penulisan. Dikutip dari thecreativeecho, J.K. Rowling mengatakan "Umpan balik yang berwawasan berguna dan perlu, tetapi beberapa penulis hebat ditolak berkali-kali. Mampu bangkit dan terus maju sangat berharga jika Anda ingin karya Anda bertahan saat dinilai publik. Kritikus yang paling keras sering kali ada di dalam pikiran Anda sendiri."

Dengan sering meminta pendapat, J.K Rowling mampu menciptakan karya yang sudah dikenal banyak pembaca di seluruh dunia. Dilansir dari Mary Adkins, penulis seri Harry Potter tersebut merevisi bab pembuka buku pertamanya sebanyak 15 kali. Dan merevisi keseluruhan cerita berkali-kali.

Masih dari website yang sama, feedback dan revisi seringkali menghambat penulis untuk menerbitkan karyanya. Karena mereka takut tulisan mereka tidak selesai. Tapi yang sebenarnya membuat itu tidak selesai adalah rasa takut tersebut.

6. Menulis di Tempat yang Tidak Biasa

Beberapa penulis menemukan inspirasi di tempat-tempat yang tidak biasa, seperti kafe, taman, atau bahkan di dalam mobil.

Jadi kalian juga bisa mencoba mencari suasana yang nyaman dan aman untuk kalian menulis.

Bahkan, mungkin, beberapa penulis akan menghadirkan suasana yang mereka inginkan dalam karya mereka selama menulis.

J.K. Rowling, sering menulis di kafe pada masa awal menjadi penulis. Namun kini ia memilih menyediakan ruang menulis yang tidak jauh drai rumahnya. "Saya dulu suka menulis di kafe dan dengan berat hati meninggalkannya, tetapi sebagian dari tujuan menyendiri di tengah keramaian adalah menjadi bahagia tanpa identitas dan bebas untuk mengamati orang, dan saat Anda menjadi orang yang diawasi, Anda menjadi terlalu malu untuk bekerja."

7. Menggunakan Musik atau Suara Alam

Beberapa penulis menggunakan musik atau suara alam untuk menciptakan suasana yang kondusif untuk menulis. Biasanya untuk mengurangi distraksi banyak penulis yang lebih memilih mendengarkan instrumen atau rekaman suara alam. Menurut beberapa sumber suara orang dalam lagu akan cenderung mengganggu penulis dalam berkonsentrasi, walaupun tidak berlaku untuk semua orang.

Toni Morrison, penulis 'Beloved', mengungkapkan jika ia tidak hanya mendengarkan musik saat menulis, tetapi membiarkan musik merasuki setiap elemen di dalam novelnya, membentuk ritme dan alur prosanya.

Bahkan, penulis pemenang Hadiah Nobel tersebut cenderung mendapat lebih banyak inspirasi dari musisi kontemporer yang dikaguminya daripada dari penulis lain.

***

Kebiasaan-kebiasaan para penulis ternama tersebut sudah terbukti lewat karya-karya mereka. Membuat rutinitas yang membuat mereka nyaman dan menikmati kegiatan menulis. Akan tetapi terdapat beberapa kebiasaan yang harus kalian hindari saat menulis.

1. Perfeksionisme Berlebihan

Perfeksionisme berlebihan dapat menghambat proses menulis dan menyebabkan writer's block. Ada banyak alternatif solusi yang bisa kalian gunakan untuk mengatasi perfeksionis berlebihan saat menulis. Namun dengan menetapkan target yang realistis dan jangan takut untuk membuat kesalahan adalah langkah yang paling direkomendasikan. Ingatlah bahwa revisi adalah bagian dari proses menulis. Jangan takut untuk jika pekerjaan kalian tidak akan selesai.

2. Menunda-nunda (Prokrastinasi)

Menunda-nunda adalah musuh utama produktivitas. Tapi kita terlalu menjiwai hal ini, hehe. Menunda-nunda tentunya tidak akan menyelesaikan apapun, justru menambah pekerjaan kita. Jika tugas atau rutinitas kalian terlihat banyak dan menggunung coba pecah tugas menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan tetapkan tenggat waktu untuk setiap bagian. Kalian bisa coba teknik Pomodoro untuk meningkatkan fokus. Aku juga pernah buat videonya yang bisa kalian cek di kanal YouTube aku.

3. Kurang Tidur dan Istirahat

Kurang tidur dan istirahat dapat menurunkan kreativitas dan fokus. Tubuh kalian mungkin akan kebingungan dalam menentukan mana yang harus diselesaikan, hak tubuh atau ego menulis?

Jadi pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup dan istirahat yang teratur. Lakukan aktivitas yang menyenangkan untuk melepas stres.

Kesimpulan

Kebiasaan-kebiasaan positif adalah kunci produktivitas dan kreativitas dalam menulis. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif dan menghindari kebiasaan negatif, para penulis dapat menghasilkan karya-karya berkualitas secara konsisten.

***

Semoga informasi ini bermanfaat dan menginspirasi kamu untuk mengembangkan kebiasaan menulis yang efektif. Ingatlah bahwa setiap penulis memiliki kebiasaan uniknya masing-masing. Temukan kebiasaan yang paling cocok untukmu dan teruslah berkarya!

Jangan lupa subscribe juga channel YouTube aku (@Luth7x) untuk konten menarik lainnya. Terima kasih

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan bye-bye.

Sumber lainnya:

https://www.kompasiana.com/tjiptadinataeffendi21may43/58aa32bbb8937392258c815d/penulis-adalah-pembaca-mengapa-pembaca-tidak-menulis

https://huntingthemuse.net/library/neil-gaimans-writing-routine

https://medium.com/@bbcradiofour/can-these-bones-live-b015dc8397c6#:~:text=Facts%20are%20strong%2C%20but%20they,say%2C%20'I%20know%20enough.

Komentar

Postingan Paling Populer

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...