Dalam dunia penulisan, baik fiksi maupun non-fiksi, seorang penulis kemungkinan besar akan mengalami yang namanya writer's block. Istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga para penulis. Writer's block merupakan suatu kondisi di mana seorang penulis mengalami kesulitan atau bahkan tidak mampu untuk menghasilkan ide atau tulisan sama sekali. Kondisi ini dapat menghambat produktivitas dan kreativitas seorang penulis.
Writer's block dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri penulis maupun dari luar. Beberapa faktor internal meliputi kurangnya ide, kurangnya motivasi, perfeksionisme, dan rasa takut gagal. Sementara itu, faktor eksternal dapat berupa tekanan dari luar, gangguan lingkungan, atau kurangnya waktu.
***
Writer's block adalah kondisi mental yang menghambat proses kreatif seorang penulis. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan untuk menghasilkan ide atau kata-kata, perasaan frustrasi, dan hilangnya motivasi untuk menulis. Writer's block dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang tingkat pengalaman atau keahlian menulis.
Dan untuk konten kali ini, selain membaca beberapa sumber di internet, aku akan gunakan sebuah hasil penelitian sebagai referensi utama. Penelitian ini dilakukan oleh Sarah J. Ahmed dari University of North Florida, dengan judul "An Analysis of Writer's Block: Causes, Characteristics, and Solutions" pada tahun 2019. Ia mengambil responden dari berbagai organisasi kepenulisan di Amerika, dengan berbagai latar belakang, dan usia berkisar 22-78 tahun. Dari hasil analisis yang dilakukan Sarah, diperoleh 4 pengelompokkan penyebab terjadinya writer's block.
1. Psikologi
Penyebab writer's block yang paling sering terjadi biasanya melibatkan kondisi psikologi seorang penulis. Dalam hasil analisis disebutkan bahwa stres, depresi, hingga masalah kesehatan menjadi penghambat utama penulis untuk berkarya.
2. Motivasi
Poin kedua ini sepertinya yang menjadi penyebab aku kena writer's block selama satu Minggu ini. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian yang sama, kurangnya motivasi ini, salah satu sumbernya adalah adanya tekanan untuk memberikan yang terbaik. Tekanan yang dirasakan tentunya akan terus memberikan rasa tidak puas hingga putus asa.
3. Kognitif
Perfeksionis, ini menjadi salah satu penghambat penulis. Keinginan untuk selalu sempurna seringkali membuat banyak penulis mudah teralihkan fokusnya atau justru memperhatikan hal-hal yang bisa dikerjakan nanti atau bahkan tidak perlu dilakukan. Misalnya saat mengetik naskah, penulis yang mengalami perfeksionis mungkin akan memperhatikan jenis huruf, ukuran huruf, margin, dan sebagainya. Ini tentunya dapat mengalihkan fokus penulis dan membubarkan ide yang sudah ada. Ini juga termasuk ke dalam penyebab lainnya yaitu melakukan sesuatu tanpa rencana. Aku tahu gak semua penulis terbiasa memiliki rencana, tapi penggunaan rencana setidaknya bisa membantu kita untuk fokus kembali dalam berkarya hingga menyelesaikannya.
4. Aktivitas
Writer's block juga bisa terjadi apabila penulis terlalu sibuk dengan kegiatannya yang lain. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sarah, disebutkan ada beberapa orang yang melakukan kegiatan menulis sebagai hobi. Besar kemungkinan jika mereka ini mempunyai kesibukan lain yang menguras lebih banyak fokus mereka, seperti bekerja.
Selain menganalisis penyebab writer's block yang dialami oleh sejumlah penulis, Sarah juga menyebutkan pada bagian (penulisan) mana penulis seringkali mengalami kebuntuan.
- Kesulitan saat memunculkan ide baru
- Mudah mendapatkan ide tapi sulit mengungkapkannya
- Kebingungan dalam memilih ide
- Kesulitan mendapatkan ide dan menuangkannya
- Kesulitan dalam memulai menulis, melakukan transisi, atau menyelesaikannya
- Kesulitan dalam mengatur pengerjaan
Pada bagian-bagian ini lah penulis sering kali menghadapi kebuntuan menulis. Kalo kalian seringkali kena writer's block pada saat menulis bagian apa? Komen ya!
Jika penyebab dan letak kebuntuannya sudah diketahui, bagaimana cara mengatasinya?
Masih dari hasil analisis yang sama, aku ambil 5 solusi yang paling efektif dapat mengatasi writer's block dengan tingkat keefektifan di atas 50%.
1. Jalan-jalan
Pergi melihat pemandangan sekitar, sekaligus meregangkan anggota tubuh, menjadi salah satu solusi yang cukup efektif. Ini bisa membantu tubuh kalian untuk beristirahat dan mengurangi rasa pegal dari kebiasaan menulis yang sering kali tanpa sadar membuat kalian duduk lama.
2. Olahraga
Kegiatan aktifitas fisik memang cukup membantu untuk mengembalikan mood hingga merelaksasikan anggota tubuh. Bahkan dengan rutin berolahraga, perasaan hingga kecemasan kita akan lebih stabil. Jika sudah demikian, maka writer's block bukan lagi hal yang perlu dikhawatirkan.
3. Mendiskusikan ide dengan orang lain
Malu bertanya sesat di jalan. Daripada berakhir sia-sia dan malah menambah stress, kalian bisa coba berdiskusi dengan orang lain. Dari beberapa penyebab yang udah aku sebutkan sebelumnya, kita bisa berdiskusi dengan siapa saja, tak perlu selalu sesama penulis. Melalui diskusi tentunya kita akan menemukan sudut pandang baru, yang mungkin gak kepikiran karena sangking mumetnya.
4. Riset
Wah! Kalo ini harusnya udah jadi kegiatan rutin penulis. Ibaratnya kita gak tahu mau nulis dari mana, tapi idenya udah ada, kita bisa lakuin riset. Nah risetnya bisa dimulai dari hal yang menginspirasi ide kalian. Entah itu dari drama, film, video, buku, atau lainnya. Kalian bisa coba membuka kembali sumber inspirasi kalian.
5. Nulis yang lain
Aku yakin banyak penulis yang punya projek tulisan yang lain, alias gak cuman satu. Bukan maksud jago, tapi kadang kalo ada ide, dan gak keburu ditulis, takutnya ilang (idenya). Dan ternyata ada untungnya juga! Saat mumet dengan tulisan A, kita bisa beralih dulu dengan menulis yang lain. Setidaknya gak bikin kita stres berlebihan.
Dan sebenarnya masih ada beberapa solusi lain, seperti ambil istirahat dari menulis, tetap menulis, meditasi atau yoga, baca ulang/revisi/skip, baca buku/nonton film, makan atau minum, dan ubat lokasi atau metode menulis.
Aku juga mau menambahkan jika hasil penelitian ini tidak serta merta berlaku disetiap orang. Akan selalu ada hal di luar kendali yang pastinya mempengaruhi setiap penulis. Sekarang aku mau dengar pengalaman kamu dan poin mana yang sesuai dengan kondisi kamu saat ini? Silahkan komen!
Kesimpulan
Writer's block adalah masalah umum yang dapat dialami oleh siapa saja. Namun, dengan memahami penyebabnya dan menerapkan solusi yang tepat, kita dapat mengatasi kondisi ini dan kembali produktif dalam menulis. Ingatlah bahwa menulis adalah proses yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan. Jangan menyerah dan teruslah berlatih untuk mengembangkan kemampuan menulis kalian.
***
Jangan lupa subscribe juga channel YouTube aku di @Luth7x untuk konten menarik lainnya!
Terima kasih
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh dan bye-bye.
Komentar
Posting Komentar