Langsung ke konten utama

Kenapa cerita rakyat hiperbola??

Kenapa cerita rakyat kesannya hiperbola banget? | YouTube @luth7x

Kalian tahu kan, cerita tentang Sangkuriang yang menendang perahu hingga terbalik dan jadi Gunung Tangkuban Perahu? Atau kisah Roro Jonggrang yang minta seribu candi dalam semalam?

Nah, itu dia, cerita-cerita dari tanah air kita yang begitu kaya, begitu berwarna, begitu... spektakuler?

Bayangkan saja, Sangkuriang yang kekuatannya seperti seratus banteng, menendang perahu sebesar gunung dengan sekali tendangan! Atau dalam cerita Roro Jonggrang, ada Pangeran yang bisa memerintahkan ribuan jin untuk membangun candi dalam waktu sekejap mata! Luar biasa, kan?

Atau, yang lebih dekat dengan keseharian kita, cerita tentang Si Pitung yang kebal peluru, yang bisa melompat dari atap ke atap seperti ninja, dan yang kekuatannya setara dengan sepuluh orang sekaligus! Atau kisah Malin Kundang, yang durhakanya melebihi durhaka semua anak di dunia, hingga dikutuk menjadi batu oleh ibunya!

Kalian tahu, kan? Cerita-cerita ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah warisan budaya kita, cermin dari imajinasi leluhur kita, dan bukti betapa kayanya khazanah cerita rakyat Indonesia!

Tapi, pernahkah kalian bertanya-tanya, kenapa cerita-cerita ini begitu... bombastis? Begitu ekstrem? Begitu... hiperbola?

Mari kita telusuri lebih dalam, kawan-kawan. Dulu, jauh sebelum Netflix dan Spotify merajai dunia hiburan, orang-orang berkumpul di bawah langit malam, mendengarkan cerita dari para tetua kampung. Para tetua ini, mereka bukan orang biasa! Para tetua ini adalah para penjaga tradisi, para pewaris kearifan lokal, dan para... pakar hiperbola! Dan mereka adalah para storyteller sejati, para seniman kata, para penguasa imajinasi!

Mereka tahu, untuk membuat cerita mereka abadi, untuk membuat pesan mereka tertanam dalam jiwa pendengar, mereka harus menggunakan kekuatan hiperbola! Mereka melebih-lebihkan segalanya, membuat segalanya menjadi lebih dramatis, lebih emosional, lebih... legendaris!

Kenapa? Karena mereka ingin pesan moral dalam cerita mereka menggema dalam hati pendengar seperti petir yang menyambar! Mereka ingin membuat pendengar merasakan emosi yang menggelegar seperti ombak tsunami! Mereka ingin cerita mereka mudah diingat, bahkan oleh orang yang ingatannya sependek... iklan lima detik di YouTube!

Dan tahukah kalian, kawan-kawan? Hiperbola ini juga digunakan untuk menjelaskan fenomena alam yang belum dipahami! Dulu, ketika orang-orang belum tahu tentang gunung berapi, mereka bercerita tentang dewa yang marah dan memuntahkan api dari perut bumi! Ketika mereka belum tahu tentang gempa bumi, mereka bercerita tentang raksasa yang mengamuk dan mengguncang tanah!

Jadi, itulah alasannya, kawan-kawan! Cerita rakyat penuh dengan hiperbola karena para storyteller ulung ingin membuat cerita mereka abadi, seperti lagu-lagu indie yang tak lekang oleh waktu! Mereka ingin pesan mereka menggelegar, seperti suara speaker di konser musik! Dan mereka ingin imajinasi pendengar terbang tinggi, melintasi batas-batas yang tak terbayangkan, seperti scrolling feed TikTok tanpa akhir!

Ingatlah selalu, kawan-kawan! Hiperbola bukan sekadar gaya bahasa! Hiperbola adalah kekuatan! Kekuatan untuk membuat cerita menjadi legenda, seperti kisah cinta Dilan dan Milea! Kekuatan untuk membuat pesan menjadi abadi, seperti lirik lagu favorit kita! Dan kekuatan untuk membuat imajinasi kita terbang tinggi, melintasi batas-batas yang tak terbayangkan, seperti filter-filter Instagram yang ajaib!

***

Kalo kalian penasaran juga dengan kontennya bisa langsung sek di channel YouTube aku (@luth7x).

Terimakasih

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

dan bye-bye.

-

Sumber referensi:

Komentar

Postingan Paling Populer

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...