| Manipulasi Bahasa dan Permainan Mereka | YouTube @Luth7x |
Pernah nemu judul konten, artikel, dan sejenisnya yang clickbait? Atau kalimat yang kesannya hiperbola? Kenapa, ya?
Bahasa adalah alat komunikasi yang kuat. Namun, kekuatan ini bisa disalahgunakan untuk memanipulasi, menyesatkan, dan mengendalikan orang lain. Manipulasi bahasa adalah fenomena yang sering terjadi, baik dalam interaksi personal, politik, maupun media massa.
Latar Belakang
Manusia secara alami memiliki keinginan untuk diterima dan dihormati. Keinginan ini terkadang mendorong seseorang untuk menggunakan bahasa dengan cara yang tidak jujur, demi mendapatkan keuntungan atau menghindari konsekuensi negatif.
Salah satu alasan manipulasi bahasa yang mungkin terjadi adalah keinginan untuk terlihat benar atau memenangkan argumen. Ketika seseorang merasa terancam atau tidak aman, mereka mungkin menggunakan taktik manipulatif untuk mempertahankan posisi mereka.
Apa Itu Manipulasi Bahasa?
Manipulasi bahasa adalah penggunaan bahasa secara licik untuk mempengaruhi persepsi dan tindakan orang lain. Ini melibatkan penggunaan kata-kata, frasa, dan teknik komunikasi lainnya untuk menyembunyikan kebenaran, memutarbalikkan fakta, atau menciptakan kesan yang salah. Ini bisa melibatkan berbagai taktik, seperti:
- Penyembunyian informasi, baik berupa fakta atau detail penting.
- Pemutarbalikan fakta agar sesuai dengan keinginan.
- Penggunaan bahasa emosional, yaitu menggunakan kata-kata yang memicu emosi kuat untuk mengalihkan perhatian atau mempengaruhi penilaian.
- Serangan pribadi, bukan tiba-tiba kirim jurus sakti, tapi menyerang karakter atau kepribadian seseorang daripada argumen mereka.
- Gaslighting, yaitu membuat seseorang meragukan kewarasan atau ingatan mereka sendiri.
Dikutip dari laman Kompas.com, dalam manipulasi bahasa, informasi dihilangkan, dilesapkan, atau dimainkan sedemikian rupa sehingga lawan bicara percaya dengan apa yang disampaikan. Akibatnya manipulasi bahasa sulit untuk dikenali karena pembaca atau pendengar harus melakukan upaya ekstra untuk membongkar logika-logika yang ada di balik setiap pernyataan.
Siapa yang Biasa Melakukan Manipulasi Bahasa?
Manipulasi bahasa bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari individu hingga kelompok besar. Namun, beberapa kelompok yang sering menggunakan manipulasi bahasa antara lain:
- Politisi, terutama untuk memenangkan dukungan publik atau menghindari kritik.
- Pejabat publik, contohnya untuk menutupi kesalahan atau korupsi.
- Pengusaha, seperti dalam upaya mempromosikan produk atau layanan mereka.
- Media, untuk menciptakan sensasi atau memengaruhi opini publik.
Kenapa Manipulasi Bahasa Bisa Terjadi?
Manipulasi bahasa terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
- Keinginan untuk berkuasa atau mendominasi.
- Ketakutan akan konsekuensi negatif.
- Kurangnya transparansi dan akuntabilitas.
- Kecenderungan manusia untuk percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinan mereka.
Dampak dari Manipulasi Bahasa
Manipulasi bahasa dapat memiliki dampak yang merusak, antara lain:
- Hilangnya kepercayaan publik.
- Terjadinya konflik dan perpecahan.
- Kerugian finansial dan sosial.
- Rusaknya reputasi individu atau organisasi.
Secara lebih spesifik, manipulasi bahasa memiliki dampak yang signifikan pada pelaku, korban, dan masyarakat umum.
Dampak pada Pelaku
Pelaku mungkin mendapatkan keuntungan materi, kekuasaan, atau status sosial melalui manipulasi. Mereka juga mungkin berhasil memengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Akan tetapi untuk jangka panjang, apabila manipulasi yang mereka lakukan terungkap, tentunya pelaku akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya. Reputasi pelaku juga akan tercemar, dan mereka mungkin dikucilkan oleh masyarakat. Dan dalam kasus-kasus tertentu, manipulasi bahasa dapat melanggar hukum dan berujung pada tuntutan pidana. Serta pelaku manipulasi bisa mendapatkan dampak buruk secara psikologis, karena hidup dalam kebohongan.
Dampak pada Korban
Bagi korban tentunya ada dampak negatif yang diperoleh, bisa berupa kerugian emosional, finansial, sosial, hingga trauma.
Secara emosional, korban mungkin mengalami perasaan bingung, marah, sedih, atau takut. Mereka mungkin merasa dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada orang lain. Korban juga mungkin kehilangan uang atau harta benda akibat manipulasi. Selain itu, korban mungkin kehilangan hubungan dengan keluarga, teman, atau rekan kerja. Mereka mungkin merasa terisolasi dan dikucilkan.
Dalam kasus-kasus ekstrem, manipulasi bahasa dapat menyebabkan trauma psikologis yang berkepanjangan. Korban manipulasi bahasa yang sifatnya gaslighting, bisa mengalami keraguan atas ingatan dan kewarasannya.
Dampak pada Masyarakat Umum
1. Polarisasi Sosial
Manipulasi bahasa dapat memecah belah masyarakat dan menciptakan konflik antar kelompok. Penyebaran informasi yang salah (disinformasi) juga dapat memperburuk polarisasi.
2. Hilangnya Kepercayaan pada Institusi
Jika tokoh publik atau institusi terpercaya terbukti melakukan manipulasi bahasa, masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada mereka. Hal ini dapat melemahkan demokrasi dan stabilitas sosial.
3. Penyebaran Disinformasi
Manipulasi bahasa sering digunakan untuk menyebarkan berita bohong (hoaks) dan propaganda. Disinformasi dapat menyesatkan masyarakat dan menyebabkan kerugian yang luas.
4. Menurunnya Kualitas Demokrasi
Manipulasi bahasa yang dilakukan oleh politisi atau media dapat mempengaruhi opini publik secara tidak sehat. Hal ini dapat menyebabkan keputusan politik yang buruk dan merusak demokrasi.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran akan manipulasi bahasa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
Contoh Kasus Manipulasi Bahasa
Perilaku manipulatif terutama yang mengandalkan manipulasi bahasa sudah terjadi di banyak kasus dan berakhir merugikan. Berikut beberapa contoh manipulasi bahasa yang pernah terjadi di beberapa negara.
1. Arab Spring (Timur Tengah dan Afrika Utara)
Peristiwa Arab Spring yang menjadi titik mula kenapa aku berpikir untuk membuat konten tentang manipulasi bahasa. Arab Spring adalah istilah yang digunakan Barat untuk menyebut kondisi negara-negara Arab yang tengah mengalami transisi dari sistem monarki ke demokrasi. Peristiwa ini bermula pada Desember 2010, dimana protes pertama kali pecah di Tunisia setelah seorang pedagang kaki lima, Mohamed Bouazizi, membakar diri sebagai bentuk protes terhadap korupsi dan kesewenang-wenangan pemerintah. Protes menyebar ke Mesir, Libya, Yaman, Suriah, Bahrain, dan Aljazair. Namun beberapa orang berpendapat bahwa penggunaan istilah Arab Spring tidak tepat. Istilah "Musim Semi" mengimplikasikan transisi yang cepat dan mulus menuju demokrasi, padahal kenyataannya, proses ini sangat kompleks dan penuh tantangan. Setiap negara mengalami dinamika dan kondisi yang berbeda, sehingga tidak tepat untuk menggeneralisasi semua peristiwa dengan satu istilah.
Istilah Arab Spring cenderung mengabaikan kekerasan, konflik, dan perang saudara yang terjadi di beberapa negara, seperti Libya dan Suriah. Kenyataannya, "Musim Semi" berubah menjadi "Musim Dingin" yang berdarah di banyak tempat.
Istilah ini dianggap mencerminkan perspektif Barat yang cenderung melihat dunia Arab melalui lensa demokrasi liberal. Istilah ini juga di ambil dari istilah "spring time of peoples" yang terjadi di eropa pada tahun 1848.
2. Kasus "Watergate" (Amerika Serikat)
Presiden Richard Nixon menggunakan istilah "keamanan nasional" untuk menutupi keterlibatannya dalam skandal penyadapan kantor Partai Demokrat. Skandal ini melibatkan penyadapan telepon dan pencurian dokumen di kantor pusat Komite Nasional Demokrat (DNC) di kompleks Watergate, Washington, D. Skandal ini menyebabkan pengunduran diri Presiden Richard Nixon pada tahun 1974.
3. Kasus "Senjata Pemusnah Massal" (Irak)
Pemerintah Amerika Serikat menggunakan istilah "senjata pemusnah massal" untuk membenarkan invasi ke Irak, padahal senjata tersebut tidak pernah ditemukan.
Pada tahun 2003, Amerika Serikat dan sekutunya menginvasi Irak dengan dalih bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal (WMD). Namun, setelah invasi, tidak ada WMD yang ditemukan.
Bagaimana Cara Mengetahui, Menghindari, dan Mengatasi Manipulasi Bahasa?
Dampak dari manipulasi bahasa ini bisa sangat merugikan seluruh pihak. Sehingga penting bagi kita untuk melakukan langkah antisipasi hingga penanganan.
- Kritis terhadap informasi: Jangan mudah percaya pada informasi yang kalian terima. Selalu verifikasi fakta dari sumber yang terpercaya.
- Mengenali teknik manipulasi: Pelajari berbagai teknik manipulasi bahasa, seperti penggunaan eufemisme (penghalusan makna kata), disinformasi, dan propaganda.
- Membangun kesadaran: Tingkatkan kesadaran akan pentingnya berpikir kritis dan etika komunikasi.
- Mencari informasi dari sumber terpercaya: Biasakan untuk mencari informasi dari sumber yang terpercaya dan melakukan kroscek dengan sumber lainnya.
- Berani berbicara: Jangan takut untuk mempertanyakan informasi yang mencurigakan atau mengungkapkan kebenaran.
Kesimpulan
Manipulasi bahasa adalah ancaman nyata bagi masyarakat. Manipulasi bahasa sering kali menggunakan daya tarik emosional, seperti ketakutan, rasa bersalah, atau kegembiraan, untuk memengaruhi perasaan dan keputusan pihak lain. Dengan memahami teknik-tekniknya dan meningkatkan kesadaran, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan orang lain dari dampaknya yang merusak. Mari kita bersama-sama membangun budaya komunikasi yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab.
Sekian pembahasan mengenai manipulasi bahasa.
Silahkan isi kolom komentar jika ada hal yang ingin didiskusikan. Subscribe juga channel YouTube aku untuk konten menarik lainnya.
Terimakasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dan bye-bye.
Sumber:
- https://www.kompas.com/sains/read/2023/06/08/16000923/dusta-dan-manipulasi-bahasa
- https://www.researchgate.net/publication/279279436_Manipulasi_bahasa_dan_prasangka_sosial_dalam_komunikasi/fulltext/563b7c3c08ae45b5d28687ed/Manipulasi_bahasa_dan_prasangka_sosial_dalam_komunikasi.pdf
- https://web.usd.ac.id/fakultas/sastra/sejarah/f1l3/Papers%20-%20Makalah/Manusia%20Bahasa%20dalam%20Teror%20Hoax.pdf
- https://www.liputan6.com/feeds/read/5909315/apa-itu-manipulasi-adalah-pengertian-jenis-dan-dampaknya
- https://library.fiveable.me/key-terms/introduction-to-communication-studies/manipulative-language
- https://bayareacbtcenter.com/top-10-manipulation-tactics-and-how-to-counter-them/#:~:text=Gaslighting%2C%20a%20common%20manipulation%20tactic%2C%20involves%20making,memories%20or%20perceptions%2C%20leading%20to%20significant%20self%2Ddoubt.
- https://www.choosingtherapy.com/manipulation-tactics/#:~:text=The%20Silent%20Treatment.%20While%20it's%20normal%20for,and%20connection%20as%20a%20form%20of%20punishment
- https://en.wikipedia.org/wiki/Impeachment_process_against_Richard_Nixon
- https://study.com/academy/lesson/the-watergate-scandal-summary-facts-timeline.html
- https://sites.google.com/site/thepoliticsteacherorg/home/case-study-americas-war-in-iraq
- https://www.thecairoreview.com/essays/why-the-phrase-arab-spring-should-be-retired/
- https://youtu.be/5Ldz7H1TP_c?si=iD3Ah1jeZeJA2FhQ
Komentar
Posting Komentar