Langsung ke konten utama

Yang Paling Tua, Yang Paling Pendek

Apakah benar kakak selalu lebih pendek dari pada adik? | YouTube @Luth7x

 Pernah gak kamu memperhatikan bahwa sering kali adik keliatan lebih tinggi daripada kakaknya? Hem, kenapa ya?

Hal ini cukup umum terjadi dan seringkali menimbulkan pertanyaan. Apakah ini hanya kebetulan, atau ada penjelasan ilmiahnya? Yuk, kita bahas lebih lanjut!

***

Pertumbuhan tinggi badan adalah proses kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetika, nutrisi, hingga lingkungan. Setiap individu memiliki potensi pertumbuhan yang berbeda, dan perbedaan ini bisa sangat terlihat di antara saudara kandung.

Adik lebih tinggi dari kakak ini banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Banyak orang yang menyadari hal ini, tetapi tidak banyak yang tahu penyebab pastinya.

Salah satu hipotesis yang muncul adalah adanya perbedaan pola pertumbuhan antara anak pertama dan anak-anak berikutnya. Anak pertama mungkin mengalami pola pertumbuhan yang berbeda karena kondisi rahim ibu yang belum optimal pada kehamilan pertama. Selain itu, faktor nutrisi dan lingkungan juga dapat memainkan peran penting.

Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Badan

Menurut RRI, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perbedaan tinggi badan antara kakak dan adik:

  1. Nutrisi: sang kakak mungkin tidak mendapat nutrisi sebaik adik-adiknya karena orang tua yang masih belajar dan kondisi ekonomi yang mungkin belum stabil.
  2. Urutan kelahiran dan stres: Anak pertama sering mengalami lebih banyak tekanan baik dari ekspektasi orang tua atau stres, yang bisa menghambat pertumbuhan. Sedangkan sang adik biasanya tumbuh di lingkungan yang lebih santai.
  3. Gaya hidup dan kesehatan orang tua: Seiring waktu, orang tua biasanya memiliki gaya hidup yang lebih sehat dan akses ke perawatan kesehatan yang lebih baik, hal ini dapat menguntungkan anak-anak yang lahir belakangan.
  4. Faktor lingkungan dan sosial: Anak pertama mungkin menghadapi tantangan lebih besar karena orang tua yang masih menyesuaikan diri dengan peran baru mereka. Disebutkan juga jika orang tua harus membagi perhatian mereka dengan sang adik.
  5. Faktor genetik dan medis: Variasi genetik dan kondisi medis saat kehamilan pertama juga bisa memengaruhi pertumbuhan.

Meskipun genetik penting, faktor-faktor lain seperti nutrisi, stres, dan lingkungan juga berperan. Jadi kalo kalian ingin punya anak atau justru diri kalian sendiri untuk tumbuh tinggi, pastikan untuk memperhatikan faktor-faktor ini agar dapat tumbuh optimal.

Ciri-ciri Anak yang Akan Tumbuh Tinggi dan Tidak

Dari pembahasan yang sebelumnya, kita bisa memperkirakan apakah anak ini dapat tumbuh tinggi atau tidak. Kita bisa mulai dengan melihat riwayat keluarga, bagaimana tinggi rata-rata keluarga tersebut. Nutrisi yang diterima anak juga sangat penting. Baik selama masa kandungan hingga yang paling utama pada masa pertumbuhan, nutrisi yang diterima anak harus seimbang dan cukup.

Gak cuman itu, aktifitas yang dilakukan juga bisa mendorong pertumbuhan. Kalian pasti pernah dengar kalo mau tinggi coba olahraga renang atau basket. Sebenarnya tidak hanya olahraga tersebut yang bisa dicoba, akan tetapi jika yang diinginkan adalah tumbuh tinggi pastikan aktivitas yang dilakukan dapat merangsang pertumbuhan tulang. Selain aktif bergerak, anak juga harus memiliki kualitas tidur yang baik. Dan pertumbuhan ini akan semakin maksimal jika tidak memiliki penyakit yang dapat menghambat pertumbuhannya. Sehingga untuk mencegah hal ini perlu dilakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi dan mengatasi penyakit yang muncul dengan lebih cepat dan tepat.

Tapi perlu ditambahkan juga bahwa adik lebih tinggi dari kakak tidak selalu terjadi. Dalam sebuah penelitian yang berjudul "Birth order progressively affects childhood height" pada tahun 2013 menyebutkan jika anak pertama lebih tinggi dari anak kedua, anak kedua lebih tinggi dari anak ketiga, dan seterusnya. Dimana hasil penelitian ini memberikan bukti tambahan yang mendukung gagasan bahwa urutan kelahiran dapat memengaruhi perkembangan fisik anak-anak.

Dan aku juga mau menambahkan lagi jika pertumbuhan antara anak laki-laki dan anak perempuan tentunya berbeda. Dimana kita sering menjumpai jika anak perempuan akan tumbuh lebih dahulu dibandingkan anak laki-laki. Namun saat masa pubertas anak laki-laki bisa tumbuh hingga 31 cm.

Kesimpulan

Perbedaan tinggi badan antara kakak dan adik adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Meskipun genetika memainkan peran penting, faktor nutrisi, lingkungan, dan urutan kelahiran juga dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan. Penting untuk memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, aktif berolahraga, dan memiliki kualitas tidur yang baik untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

***

Sekian pembahasan soal kenapa kakak lebih pendek dari adiknya.

Jangan lupa buat tonton kontennya di channel YouTube aku @luth7x. like dan share jika konten ini bermanfaat. Isi kolom komentar jika ada hal yang ingin didiskusikan. Subscribe juga channel YouTube aku untuk konten menarik lainnya.

Terimakasih, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan bye-bye.



Sumber:

Komentar

Postingan Paling Populer

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...