Langsung ke konten utama

Bias Konfirmasi: Darimana Datangnya Ilmu Cocoklogi?

Cocoklogi | YouTube @luth7x

Masih ingat nggak hebohnya tahun 2012? Waktu semua orang panik gara-gara kalender Maya bilang dunia bakal kiamat? Atau mungkin ramalan kiamat lewat SMS berantai yang dulu sering bikin kita nggak bisa tidur?

Anehnya, waktu itu banyak banget orang yang merasa 'tanda-tandanya' sudah muncul di mana-mana. Padahal, nyatanya kita masih di sini, sehat walafiat. Tapi pertanyaannya:

Kenapa ya otak kita suka banget 'maksa' menghubung-hubungkan kejadian alam sama ramalan yang sebenarnya nggak nyambung? Apakah ini cuma Cocoklogi level dewa?

***

Pernah nggak maksa potongan puzzle yang salah supaya masuk ke lubangnya? Nah, itulah Cocoklogi.

Cocoklogi sendiri adalah istilah populer di Indonesia untuk menyebut pseudosains atau upaya menghubung-hubungkan dua hal yang sebenarnya tidak berkaitan agar terlihat seolah-olah ada konspirasi atau makna mendalam di baliknya.

Contohnya setiap kali ada tanggal dengan kombinasi angka unik, internet sering kali dipenuhi spekulasi tentang bencana besar atau peristiwa spiritual luar biasa. Yang paling fenomenal adalah tahun 2012.

Pada tahun itu terdapat narasi yang sangat menggemparkan, dan cukup membuat aku saat itu was-was juga. Angka 12-12-12 dianggap sebagai "kode alam" bahwa dunia akan berakhir atau akan terjadi pergeseran dimensi besar-besaran tepat pada pukul 12:12 tanggal 12 Desember 2012. Menurut dari narasi yang beredar saat itu, ramalan in berasal dari kalender suku Maya yang disebut berakhir pada tanggal tersebut.

Faktanya, kalender Maya memang berakhir pada siklus tersebut. Namun bagi suku Maya, itu hanyalah akhir dari sebuah siklus waktu untuk memulai siklus baru, mirip dengan pergantian tahun pada kalender Masehi. Tidak ada bukti saintifik atau astronomis yang mendukung terjadinya bencana global pada saat itu.

Semua ini bermula dari Bias Konfirmasi—si 'kacamata kuda' di pikiran kita yang cuma mau melihat apa yang kita suka. Karena pikiran kita sudah ‘pengen menang sendiri', kita pun mulai melakukan cocoklogi, yaitu menghubung-hubungkan hal yang sebenarnya nggak nyambung, sampai terlihat masuk akal demi mendukung kemauan kita. Singkatnya, kita nggak mencari kebenaran, kita cuma mencari pembenaran!

Mengutip pada Catalog ofBias, seorang peneliti bernama DuBroff menemukan bahwa kadang-kadang pembuat aturan kesehatan (seperti aturan makan cokelat atau obat) tidak teliti. Karena mereka sudah punya keinginan tertentu, mereka lupa memasukkan bukti-bukti penting atau malah salah menjelaskan data yang ada.

Dilansir dari ruangguru, bias konfirmasi ini secara alami ada di setiap orang. Dimana di dalam otak kita ada dua bagian yang sering berebut setir kalau lagi melihat data atau informasi. Ada si kapten logika 🧐 (Dorsolateral Prefrontal Cortex) yang bekerja pakai angka, bukti, dan kenyataan. Dan si kapten perasaan ❤️ (Orbitofrontal Cortex) yang semangat banget, tapi baperan.

Apa yang terjadi dalam otak saat kita kena bias konfirmasi?

Kapten perasaan lagi ngambil alih kemudi dengan semangat, dan pergi cuma buat liat hal-hal yang bikin dia senang dan merasa benar. Sedangkan si kapten logika lagi tidur siang, artinya bagian otak yang mikir sebab-akibat malah off alias nggak kerja. Akhirnya, kita nggak pakai logika lagi, tapi cuma pakai perasaan.

Itulah kenapa, biarpun datanya sudah jelas-jelas salah, kita tetap bilang, "Bener kok! Aku ngerasa ini bener!"

Protokol Anti-Cocoklogi

Lalu, gimana caranya supaya otak kita nggak gampang terjebak cocoklogi atau yang kerennya disebut Bias Konfirmasi? Kita butuh protokol ketat. Ibarat penjaga gerbang gedung rahasia, kita harus periksa setiap informasi dari ujung rambut sampai ujung kaki sebelum diizinkan masuk ke pikiran kita.

1. Jadilah Juri yang Adil

Jangan cuma cari info yang bikin kamu senang atau yang mendukung pendapatmu saja. Tantang dirimu sendiri: 'Apa alasan kalau pendapatku ini salah?' Kumpulkan semua fakta, baik yang kamu suka maupun yang bikin kamu kesal. Buat daftar kriteria yang jelas di awal. Kalau infonya nggak valid, jangan dipaksa masuk hanya karena kamu 'ingin' itu benar!

2. Waspadai Gua Digital

Sadar nggak? TikTok, Instagram, dan YouTube itu tahu banget apa yang kamu suka.

Kalau hari ini kamu nonton video 'Kucing Bisa Ngomong', besok berandamu isinya kucing semua. Inilah yang disebut Echo Chamber atau Ruang Gema.

Saat kamu teriak 'A!', dinding gua media sosialmu akan memantulkan suara 'A... A... A...' kembali ke telingamu.

Lama-lama kamu bakal mikir: 'Wah, semua orang di dunia ini setuju sama aku!' Padahal, itu cuma suara kamu sendiri yang memantul.

Supaya nggak terjebak di dalam gua itu, mulailah cari suara yang berbeda. Jangan cuma mau disuapi algoritma.

Ingat, dunia ini jauh lebih luas daripada sekadar kecocokan yang dipaksakan. Jadi, sebelum kamu bilang: 'Wah, ini pasti pertanda semesta!', coba tanya dulu ke diri sendiri: 'Ini beneran pola, atau cuma perasaanku saja?'

***

Sekarang giliran kamu!

Coba tulis di kolom komentar, cocoklogi paling aneh atau paling maksa apa yang pernah kamu denger atau bahkan sempat kamu percaya? Aku pengen tahu seberapa kreatif otak kita kalau lagi nyari-nyari alasan! Tulis di bawah ya!

Komentar

Postingan Paling Populer

4 Hal Yang Gak Diajarin Di Sekolah : Tapi Penting Buat Kalian!

4 HAL YANG GAK DIAJARIN DI SEKOLAH Konten YouTube Saya Yang Membahas Hal Serupa | YouTube: Luth7x

5 Kesalahan Membaca yang Bisa Menghambat Pemahaman

 Pernahkah kamu merasa sudah membaca suatu teks berulang kali, tapi tetap tidak mengerti juga isinya? Atau, kamu membaca dengan cepat, tapi lupa apa yang baru saja dibaca? Kali ini, kita akan membahas 5 kesalahan membaca yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan ini dan memperbaikinya, kamu akan bisa membaca lebih efektif dan memahami informasi dengan lebih baik. *** Membaca adalah keterampilan penting yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar, bekerja, hingga mencari informasi, semuanya membutuhkan kemampuan membaca yang baik. Namun, kenyataannya, tidak semua orang memiliki teknik membaca yang efektif. Banyak orang melakukan kesalahan saat membaca yang membuat mereka sulit memahami informasi yang disampaikan. Kesalahan-kesalahan ini bisa berupa kebiasaan buruk yang sudah lama terbentuk atau kurangnya pemahaman tentang cara membaca yang benar.

Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya?

  Kenapa Sekolah Gak Ajarin Segalanya? Kenapa Sekolah Gak Ngajarin Segalanya? | YouTube : Luth7x CATATAN LUTH  -  Mungkin judulnya terdengar hiperbola, jadi mau aku disclimer dulu. Maksud kata 'segalanya' di sini adalah hal-hal penting yang sempat aku bahas minggu lalu. Kalo kalian belum baca artikelnya , silahkan baca dulu biar gak salah paham. Pertanyaan 1: Kenapa sekolah gak ngajarin segalanya? Sekolah gak ngajarin segalanya karena ada beberapa faktor sebagai alasannya, diantaranya yaitu: Waktu yang terbatas : Sekolah hanya punya waktu yang terbatas untuk mengajari siswa. Jadi, sekolah harus memilih topik-topik yang dianggap penting untuk dipelajari para siswanya untuk mengefektifkan waktu yang ada. Kemampuan guru : Guru juga memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi, sekolah harus menyesuaikan kurikulum dengan kemampuan guru. Kebutuhan dan prioritas masyarakat : Sekolah juga harus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dan priorit...