
Efek Dunning Kruger | YouTube @luth7x
Pernah denger ada murid protes begini, “Bu, kok nilai saya kecil? Padahal saya kan rajin kumpulin tugas dan aktif banget di kelas!”
Kemungkinan
besar dia lagi kejebak dalam efek Dunning-Kruger. Dia ngerasa sudah ‘pintar’
sampai nggak sadar kalau sebenarnya dia belum paham apa-apa. Kok bisa ya?
***
Hari
ini kita bahas fenomena yang mungkin sering banget kita temukan di kehidupan
nyata, yaitu efek dunning-kruger.
Sederhananya,
ini adalah kondisi saat seseorang yang kemampuannya rendah, tapi merasa dirinya
paling hebat. Dan sebaliknya, orang yang beneran jago malah sering merasa
dirinya biasa-biasa saja. Intinya? Mereka nggak bisa menilai diri sendiri
secara jujur.
Balik
lagi ke murid yang protes tadi. Dia merasa "Usaha = Nilai Bagus".
Karena dia rajin masuk, dia pikir dia sudah ahli. Padahal, dia belum punya
cukup ilmu untuk sadar kalau kualitas tugasnya itu sebenarnya masih kurang. Dia
terjebak dalam "ilusi kehebatan" diri sendiri.
Dalam efek dunning-kruger ini bisa kita lihat atau bayangkan dalam sebuah grafik berikut ini.
Sumber gambar andriybuday.com
Pada puncak pertama dikenal dengan puncak kebodohan, karena baru belajar
sedikit tapi sudah merasa tahu segalanya, PD level maksimal! Namun
setelah belajar lebih dalam, ternyata baru sadar kalau dunia itu luas dan
ternyata kita sebenarnya belum tahu apa-apa. Pada tahap ini, rasa percaya diri
biasanya langsung anjlok. Seiring
berjalannya waktu, setelah beneran jadi ahli, rasa kepercayaan diri kita naik
tapi tetap rendah hari karena tahu batasan ilmu yang kita miliki.
Inilah
alasan kenapa di kolom komentar medsos, orang yang cuma baca judul berita
sering lebih galak debatnya daripada ahli yang sudah kuliah bertahun-tahun.
Kenapa ini bahaya?
Efek ini bisa menghambat kita belajar dari orang yang lebih jago. Bahkan bisa bahaya kalau kena ke politisi yang merasa tahu segalanya tapi mengabaikan saran ahli, atau pasien yang lebih percaya kata internet dibanding dokter.
Hanya
mengandalkan penilaian pribadi dan kemampuan yang dilebih-lebihkan dapat
mengantarkan kita pada keputusan, solusi, hingga kebijakan yang berbahaya
seolah pendapat ahli hanyalah hal yang remeh.
Kenapa bisa terjadi?
Menurut Alodokter, setidaknya terdapat tiga penyebab:
- Merasa sudah belajar banyak, padahal baru permukaannya saja
- Pikiran tertutup, gak mau nerima perubahan atau sadar kesalahan
- Kurang metakognisi, alias gak bisa ngukur kemampuan diri sendiri secara nyata.
Cara menghindarinya
Menurut The Decision Lab, ada beberapa cara supa kita nggak terjebak:
- Dengarkan masukan orang lain, karena pengetahuan dari orang lain bisa membantu kita sadar di mana posisi kita sebenarnya.
- Jangan takut merasa ‘gak tahu’, karena kalo kamu ngerasa belum jago, itu tandanya kamu punya wawasan untuk mengenali kekuranganmu. Itu bagus!
- Terima kritik, jangan marah. Anggap itu cara untuk menambah pengetahuan.
Supaya lebih aman, yuk kita mulai biasakan belajar terus, kerja sama dengan orang lain, dan gunakan standar yang jelas untuk menilai hasil kerja kita.
Komentar
Posting Komentar